Selasa, 12 Mei 2015

Bab 9. Bauran Promosi

Cara-cara kreatif untuk mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian produk adalah hanya sebagian cara yang terdapat dalam bauran promosi. Perusahaan dapat melakukan kampanye promosi yang berbeda-beda dengan menggunakan kombinasi bauran promosi yang terdiri dari : pengiklanan, personal selling, promosi penjualan, dan publisitas.
I.Beberapa Faktor Penentu Bauran Promosi
Efektifitas setiap komponen dalam bauran pemasaran akan ditentukan oleh tipe produk, karakteristik konsumen dan tahapan dalam siklus kehidupan produk.
Tipe Produk
Personal Selling atau penjualan langsung mempunyai tendensi untuk dipergunakan sebagai alat promosi untuk produk yang mempunyai tipe sebagai berikut :
a)      Secara teknik dinilai mempunyai kerumitan tertentu, yang berarti membutuhkan upaya khusus untuk mengkomunikasikan spesifikasi produk kepada konsumen.
b)      Membutuhkan negosiasi dalam penentuan harga dan jaminan purna jual lainnya.
c)      Proses pembelian menganut prosedur tertentu yang membutuhkan kontak langsung antara penjual dan pembeli.
d)      Biasanya menyangkut nilai ekonomis produk yang tinggi.
Sementara itu pengiklanan (advertising) adalah merupakan salah satu elemen bauran promosi yang banyak dipergunakan dalam situasi :
a)      Komunikasi pemasaran dapat dengan mudah dilakukan dengan menggunakan media masa.
b)      Spesifikasi produk dan syarat pembayaran sudah ditetapkan berdasarkan standar wajah.
c)      Frekuensi pembelian produk yang dilakukan konsumen relatif tinggi.
d)      Pemasar banyak bertumpu pada merk produk untuk mempengaruhi konsumen.
e)      Hanya terdapat sedikit perbedaan yang signifikan antara karakteristik produk perusahaan dan produk pesaing.

Karakteristik Konsumen
Besaran, lingkup geografis, dan tahap dalam proses keputusan pembelian yang dilakukan konsumen akan banyak mempengaruhi efektifitas komponen bauran promosi. Sementara itu, bagi konsumen yang ingin membeli produk yang menuntut pengetahuan teknis dan mempunyai nilai ekonomis tinggi, maka pada umumnya akan lebih efektif didekati dengan personal selling.
Tahap Dalam Siklus Kehidupan Produk
Pada tahap pendahuluan (introduction) pengeluaran untuk pengiklanan cenderung lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk elemen lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk membangkitkan kesadaran konsumen tentang adanya produk. Pada tahap pertumbuhan (growth), tujuan alokasi dana adalah untuk konsolidasi yang diarahkan untuk memperoleh loyalitas pelanggan atas merek produk perusahaan.
 Dalam tahap kedewasaan (maturity), pengiklanan terus dipergunakan untuk menjaga stabilitas penjualan, tetapi peran iklan berubah dari membujuk konsumen untuk loyal pada merek produk menuju pada upaya membujuk konsumen produk pesaing untuk berpindah merek. Sedangkan pada tahap penurunan (decline), dana promosi secara keseluruhan akan dikurangi. Kecuali, apabila perusahaan ingin melakukan modifikasi merek produk dengan cara revitalisasi.
II. Penentuan Anggaran Promosi
Anggaran promosi ditentukan dengan cara menghitung marginal revenue yang diperoleh dari tambahan setiap unit uang yang dikeluarkan dalam bauran promosi. Selama marginal revenue yang diperoleh lebih besar dari marginal cost untuk promosi, maka penambahan dana promosi masih dapat dibenarkan. Perusahaan sangat jarang atau bahkan sulit mengetahui berapa banyak revenue yang diperoleh dari setiap tambahan dana yang dikeluarkan untuk promosi. Oleh karena keterbatasan pada metode optimal ini maka perusahaan menggunakan alternatif lain yaitu :
·         Objective-task method
·         Metode persentase penjualan
·         Competitive parity dan arbitrary


III. Perencanaan Promosi
Aktivitas yang dilakukan menganut serangkaian langkah mendasar sebagai berikut :
Ø  Menetapkan harga promosi
·         Mendorong kesadaran konsumen atas merek produk
·         Memberikan informasi atas produk
·         Member dorongan kepada konsumen pasca pembelian
Ø  Menentukan target audience
Ø  Mengembangkan cara yang akan ditempuh untuk mendekati audience :
·         Menggunakan iklan di media masa
·         Meningkatkan upaya penjualan langsung
·         Meningkatkan aktivitas promosi penjualan
Ø  Menyusun formulasi strategi promosi untuk mencapai tujuan.
Ø  Menentukan alokasi dana promosi pada masing-masing variable bauran promosi yang dipergunakan.
Ø  Mengevaluasi efektifitas kegiatan promosi dan melakukan penyesuaian tujuan dan strategi bila dianggap perlu.
IV. Komponen Dasar Bauran Promosi
Pada bagian berikut akan diuraikan masing-masing elemen yang membentuk bauran promosi : pengiklanan, personal selling, promosi penjualan dan publisitas.
Pengiklanan (Advertising)
Brand Advertising
Dimaksudkan untuk membantu perusahaan meningkatkan penjualan melalui cara-cara :
1.      Menarik pengguna merek produk pesaing.
2.      Mempengaruhi calon pengguna untuk mencoba produk perusahaan.
3.      Meningkatkan volume penggunaan produk perusahaan bagi konsumen yang sudah ada.
4.      Menjaga kelangsungan atas kepuasan diantara pengguna.
Tujuan utama dengan brand advertising ini adalah untuk meningkatkan pangsa pasar produk perusahaan dengan mendorong permintaan selektif dengan cara menjaga keterkaitan konsumen yang sudah ada dan sedapat mungkin menarik konsumen produk pesaing.
Product Advertising
Tujuan utama product advertising adalah untuk meningkatkan primary demand produk. Ada dua tipe product advertising yang dapat dilakukan perusahaan, yaitu :
1.      Kampanye mendidik konsumen tentang produk, dan
2.      Kampanye bersama yang disponsori oleh asosiasi dagang tertentu untuk menaikkan permintaan industry.
Cooperative Advertising
Bentuk pengiklanan ini terutama diarahkan bagi para penyalur untuk bersedia membantu lebih banyak dalam memasarkan produk perusahaan. Misalnya dengan memajang produk lebih menyolok pada took pengecer.
Corporate Advertising
Corporate Advertising adalah salah satu bentuk pengiklanan yang menonjolkan nama perusahaan, image, atau posisi perusahaan dalam hal tertentu. Adanya tujuan pada gilirannya mendorong manajemen untuk mengarahkan corporate advertising pada tiga hal :
1.      Corporate Patronage Advertising
2.      Corporate Image Advertising
3.      Corporate Issue Advertising
Personal Selling
Personal selling dilakukan sebagai pelengkap pengiklanan karena hal ini dilakukan secara individual dan dilakukan oleh staf pemasaran secara langsung, bukan melalui media masa. Personal selling adalah satu elemen bauran pemasaran yang mensyaratkan pemasar untuk melakukan kontak langsung dengan konsumen. Tingkat kerumitan penjualan produk ini disebabkan beberapa hal :
a)      Banyaknya interaksi dengan berbagai pelanggan
b)      Pemahaman skill teknis tentang produk
c)      Banyak terkait dengan aktivitas pasca pembelian.
Promosi Penjualan
Promosi penjualan adalah merupakan elemen yang menyedot dana terbesar dalam bauran promosi. Tujuan utama promosi penjualan adalah untuk menarik sebanyak mungkin pelanggan waktu relatif singkat. Bentuk aktivitas promosi penjualan yang umum dilakukan perusahaan dapat dikelompokkan kedalam dua tipe :
1.      Promosi penjualan yang diarahkan kepada tenaga kerja penjual seperti pemberian bonus bagi tenaga pemasar yang mampu mencapai target penjualan dan kontes penjualan.
2.      Promosi dagang biasanya diarahkan untuk para penyalur, misalnya berupa bantuan untuk pajangan produk dan bantuan pengiklanan produk.
Bentuk promosi penjualan yang lain adalah :
v  Kupon Potongan adalah bentuk potongan pembelian produk dari harga regular dinilai cukup ampuh dalam mendorong konsumen untuk mencoba produk.
v  Kupon Undian adalah bentuk promosi penjualan yang dilakukan dengan cara permainan undian berhadiah.
v  Pemberian sample produk secara Cuma-Cuma juga merupakan bentuk promosi penjualan yang umum dilakukan oleh banyak perusahaan.
Publisitas
Cara yang ditempuh biasanya adalah dengan mengadakan press release, liputan khusus pada media televisi , atau tampil dalam tayangan film. Tujuan utama yang dikembangkan dalam publisitas adalah untuk membangun image produk dan sekaligus image perusahaan didalam benak masyarakat.

SUMBER : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/manajemenpemasaran/bab9_bauranpromosi.pdf



Bab 8. Strategi Harga

Adanya tendensi penetapan harga yang dinamis berarti kini semakin dibutuhkan bentuk penetapan harga yang berorientasi pada permintaan. Dalam praktik, perubahan atau penyesuaian harga dipengaruhi oleh beberapa faktor :
1.      Meningkatnya sensitivitas konsumen terhadap harga.
2.      Meningkatnya penggunaan merek lokal dan merek generik.
3.      Meningkatnya volume peluncuran produk baru.
I.Proses Penetapan Harga
Proses penetapan harga yang mempunyai tingkat fleksibilitas. Langkah pertama dalam setiap kali penetapan harga jual produk adalah dengan mendefinisikan secara jelas tentang tujuan penetapan harga produk itu sendiri. Tanpa tujuan yang jelas, sangat sulit bagi pemasar untuk membuat justifikasi tentang nilai produk yang dipasarkan. Langkah kedua yang ditempuh adalah dengan mengidentifikasi berbagai faktor yang berpengaruh dalam proses penentuan harga jual secara dinamis.
II. Tujuan Penetapan Harga
Tujuan umum penetapan harga jual produk dapat diarahkan pada dua hal :
1)      Penetapan harga jual yang berbasis biaya
2)      Penetapan harga berbasis permintaan
Penetapan Harga Berdasar pada Biaya dan Persaingan
Penetapan harga berorientasi pada biaya dimaksudkan untuk memperoleh margin tertentu yang dapat dipergunakan untuk menutup biaya advertensi dan biaya-biaya pemasaran lainnya. Dalam kondisi semacam ini, mungkin juga penetapan harga dimaksudkan untuk menjaga “Status Quo” atas pangsa pasar yang dikuasai seperti halnya dilakukan oleh market leader.
Penetapan Harga Jual Berdasar pada Persaingan
Penetapan harga berdasar pada permintaan dilakukan dengan mengidentifikasi respons konsumen. Tujuannya adalah mempengaruhi kurva permintaan merek produk perusahaan dengan melakukan analisis sensitifitas terhadap harga produk.
III. Beberapa Faktor Penentu Keputusan Harga
Pengaruh Konsumen Dalam Penetapan Harga
            Dua hal yang harus diperhatikan oleh pemasar dalam penetapan harga adalah persepsi dan respons konsumen terhadap berbagai alternatif harga.

Persepsi Konsumen terhadap Harga
Persepsi konsumen terhadap harga jual produk yang ditetapkan akan terbentuk karena beberapa hal sebagai berikut :
1.      Kesadaran Konsumen terhadap Harga (Price Awareness)
2.      Ekspetasi terhadap Harga (Price Expectation)
3.      Kaitan Harga dan Kualitas Produk

Respons Konsumen terhadap Harga
Apabila pemasar menetapkan harga jual produk berdasarkan respons konsumen, maka hendaknya juga sadar tentang adanya berbagai tingkat permintaan konsumen terhadap harga dan sensitivitas terhadap perubahan harga.
1.      Permintaan Konsumen (Consumer Demand)
2.      Elastisitas harga atas permintaan (Price Elasticty of Demand)

Pengaruh Faktor Lain dalam Penetapan Harga
Beberapa faktor lain yang mempengaruhi penetapan harga jual produk adalah :
1)      Reaksi para distributor
2)      Faktor hukum
3)      Faktor persaingan
4)      Dan kondisi perekonomian secara makro
IV. Strategi Harga Dalam Persaingan
Secara umum strategi harga dalam persaingan dapat diklasifikasikan kedalam tiga kategori :
1.      Mereka yang mencari kestabilan harga jual dipasar
2.      Menjual produk dibawah rata-rata harga pesaing
3.      Menjual produk diatas rata-rata harga pesaing

Strategi Harga Stabil
Beberapa perusahaan menganut strategi stabil dengan maksud untuk menghindari bentuk konfrontasi langsung persaingan harga. Dengan demikian, adanya strategi harga stabil diharapkan dapat mempertahankan posisi sekaligus image produk dipasar.
 Beberapa hal yang sering menjadi kendala bagi penetapan harga stabil antara lain adalah kelangkaan bahan baku dan munculnya bahan substitusi berasal dari impor.

Strategi Harga Dibawah Harga Pesaing
Strategi harga rendah umumnya akan dipergunakan apabila perusahaan mengahadapi persaingan tajam dan konsumen mempunyai sensitivitas terhadap harga. Banyak perusahaan menempuh strategi  harga rendah dengan cara membuat produk lokal atau produk generik. Dengan harapan, perusahaan dapat menekan biaya produksi dan biaya-biaya pemasaran lain sehingga mampu menekan harga jual.

Strategi Harga Diatas Harga Pesaing
Strategi harga diatas harga pesaing dilakukan baik dengan cara menaikkan harga untuk merek produk yang ada atau dengan meluncurkan produk berkualitas untuk kelompok konsumen yang sensitif terhadap perubahan harga. Namun banyak perusahaan menaikkan harga karena alasan lain yaitu kelangkaan bahan baku dan tenaga kerja.

V. Strategi Harga Untuk Produk Baru
Dalam situasi perusahaan menghadapi peluncuran produk yang benar-benar baru , ada dua alternatif yang dapat ditempuh, yaitu menetapkan harga tinggi atau menetapkan harga rendah untuk menarik konsumen.

Strategi Harga Tinggi (Skimming Strategies )
Strategi harga tinggi akan berjalan efektif apabila permintaan produk baru tersebut bersifat inelastis. Hal ini disebabkan konsumen tidak begitu peka terhadap perubahan harga.

Strategi Penetrasi (Penetration Strategies)
Strategi penetrasi dilakukan dengan cara menawarkan harga rendah atas produk dipasar. Tujuan yang ingin dicapai adalah memperoleh keberterimaan produk bagi konsumen.

VI. Metode Penetapan Harga
Metode Penetapan Harga Berbasis Biaya
Aplikasi metode penetapan harga berbasis pada biaya dapat dilakukan dengan cara Cost-Plus Pricing dan Target – Return Pricing.
·         Cost-Plus Pricing
Satu manfaat dari Cost-Plus Pricing adalah kemudahannya dalam penerapan. Selain itu, cara semacam ini juga akan mendorong terwujudnya stabilitas harga karena sebagian besar pesaing akan mencapai pada harga jual yang sama.
·         Target – Return Pricing
Dalam Target – Return Pricing, perusahaan menentukan target return diatas total biaya pada sejumlah volume produksi tertentu dan kemudian menetukan berapa harga jual yang layak untuk volume produksi tersebut. Untuk menentukan harga jual dengan cara seperti ini, perusahaan menggunakan konsep pulang pokok (break-even).
Metode Penetapan Harga Berbasis Pesaing
Banyak perusahaan menetapkan harga jual produknya atas dasar harga jual yang ditetapkan oleh pesaing. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi atau sebagai reaksi terhadap pesaing.
Beberapa Taktik Khusus Dalam Penetapan Harga
Beberapa taktik dalam penetapan harga yang umum dijumpai antara lain adalah :
1)      Penetapan harga ganjil
2)      Potongan harga atau diskon
3)      Penetapan harga promosi

SUMBER: http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/manajemenpemasaran/bab8_strategiharga.pdf




Jumat, 17 April 2015

KANGEN WATER

KANGEN WATER - 75% tubuh manusia adalah cairan, dan 25% adalah organ tubuh. Untuk kesehatan yang optimal, sel-sel di dalam tubuh Anda perlu senantiasa berada dalam keseimbangan pH alkaline atau Basa yang alamiah sekitar pH 7,3.


Kangen Water (Air Kangen) adalah air minum yang bersih dari zat-zat kimia dan memiliki pH sekitar 8.5 - 9.5. jadi dapat dikatan bahwa sifat dari Kangen Water adalah air yang basa atau alkaline, dimana Air Kangen memiliki reduksi yang kuat untuk mencegah proses penuaan dan membantu menjaga tubuh pada pH basa optimal.

Manfaat Kangen water sudah digunakan di Jepang sejak 40 Tahun yang lalu dan telah diakui oleh asosiasi kedokteran di Jepang sebagai metode pencegaham untuk penyakit-penyakit orang dewasa (penyakit yang disebabkan gaya hidup). lebih dari 6500 dokter di Jepang telah memeriksa Kangen Water ini dan sudah diaplikasikan di rumah sakit di Jepang untuk pasien-pasien yang memiliki penyakit degeneratif.





KANGEN WATER (yang artinya "back to origin" dalam bahasa Jepang) memiliki pH 8,5 - 9,5 sehingga akan mengembalikan tubuh Anda menuju keseimbangan (homeostatis) pada pH tubuh yang sehat, yaitu Alkaline.


KANGEN WATER dibuat dengan teknologi canggih ENAGIC JEPANG yang dapat memproduksi air alkali dan asam terionisasi melalui proses elektrolisis.

KANGEN WATER dapat digunakan untuk banyak tujuan, termasuk minum, masak, kecantikan dan pembersihan, kesehatan, diet dan awet muda. Kangen Water juga mengandung beberapa mineral penting yang diperlukan tubuh seperti kalsium, magnesium, sodium dan potasium.

KANGEN WATER sudah digunakan di Jepang sejak 40 tahun yang lalu dan sudah lebih dari 6500 dokter di Jepang telah memeriksa Kangen Water serta digunakan di rumah sakit di Jepang untuk pasien-pasien yang memiliki penyakit degeneratif dan sebagai metode pencegahan untuk penyakit penyakit orang dewasa.

.

Para ilmuwan sekarang percaya bahwa radikal bebas merupakan faktor penyebab di hampir setiap penyakit yang dikenal, dari penyakit jantung hingga kanker arthritis dan katarak. Bahkan, radikal bebas adalah penyebab utama dalam proses penuaan itu sendiri.
Sumber : http://www.kangenwaterindonesia.com/

Selasa, 14 April 2015

JENIS – JENIS PARFUM


Eau de Cologne (EDC)
Jenis wewangian ini yang paling ringan. Kadar alkoholnya paling tinggi dan hanya terdapat sekitar 5 persen campuran essence, sehingga wanginya cepat menguap. Meski tergolong ringan, cologne tetap jadi pilihan karena memiliki aroma yang menyegarkan tubuh dan tahan hingga 2-3 jam. Cocok digunakan sehabis mandi seperti body spray dan body splash.

Eau de Toilette (EDT)
Jenis wewangian ini satu tingkat lebih tinggi diatas cologne. Kadar alkoholnya tidak setinggi cologne, dengan kadar essence-nya sekitar 12 persen, sehingga wanginya cukup tahan lama. Jenis ini paling banyak dicari karena aromanya ringan, tidak terlalu tajam, dan awet hingga 6-12 jam.

Eau de Perfume (EDP)
Wanginya tahan lama hingga 24 jam. Jenis wewangian ini memiliki kadar alkohol yang lebih sedikit, sementara kadar essence-nya berkisar 15-22 persen, sehingga aroma wanginya kuat dan tahan lama sesuai bila digunakan saat malam hari seperti saat datang ke acara-acara formal seperti pesta.

Perfume
Dari semua jenis wewangian, perfume paling awet dan bisa bertahan hingga 48 jam. Kadar essence-nya mencapai 22 persen tanpa campuran alkohol. Oleh kerena itu, hindari memakainya berlebihan karena wanginya cukup menyengat.

Perlu juga diperhatikan:
  • Saat mencoba parfum, sebaiknya tidak lebih dari dua jenis dan usahakan kulit dalam keadaan kering. Untuk merasakan wanginya, semprot ke arah kulit pergelangan tangan.
  • Hindari menuangkan parfum ke tangan saat memakainya, karena akan mempengaruhi keharuman kandungan parfum yang ada di dalam botol.
  • Agar wanginya tetap melekat di tubuh, gunakan parfum semprot. Selain lebih irit, percikan wewangian saat di semprot akan menyebar ke sekelilingnya.
Tips Menggunakan Parfum
Parfum memang jadi senjata andalan agar tetap pede. Nggak cuma itu, parfum juga bisa jadi magnet agar orang-orang disekelilingmu betah. Biar tetap wangi, kamu bisa ikuti tips berikut ini.
Sesuaikan dengan Body Lotion
Bila akan memakai parfum, sesuaikan wangi body lotion dan wangi parfum agar tidak saling “tabrakan”. Selain itu, sebaiknya gunakan body lotion terlebih dahulu sebelum menyemprotkan parfum. Karena, harum dari body lotion dapat mengurangi keharuman parfum.


Semprotkan Parfum pada Kulit
Sebaiknya, parfum tidak disemprotkan pada pakaian. Karena pada jenis parfum tertentu, akan menimbulkan noda, meninggalkan tanda seperti tetesan air dalam waktu yang lama.
Semprotkan Parfum pada bagian tubuh yang tepat
Semprotkan parfum di bagian pergelangan tangan bagian dalam, siku lengan bagian dalam, belakang telinga, dada dan leher. Karena, di tempat-tempat tersebut membuat wangi dari parfum bertahan lebih lama.

Jangan menggosokan kulit sesudah menyemprotkan parfum
Kebiasaaan sebagian orang adalah menggunakan parfum pada pergelangan tangan bagian dalam lalu menggosok-gosokkan kedua pergelangan tangan. Cara ini sebenarnya akan menghilangkan wangi dari parfum itu sendiri. Jadi, biarkan parfum mengering dengan sendirinya. 
Jangan menggunakan aksesories atau perhiasan sebelum menggunakan parfum
Karena kadar alcohol yang tinggi, semprotan parfum dapat membuat aksesoris dan perhiasan berubah warna. Sehingga, aksesoris tidak terlihat menarik.

Gunakan Parfum Sewajarnya
Pemakaian parfum yang berlebihan bisa membuat orang disekitamu menjadi pusing. Gunakan parfum sesuai dengan kulitmu. Untuk kamu si kulit kering membutuhkan semprotan parfum yang lebih banyak. Sedangkan bila kulit berminyak, cukup semprotkan parfum sedikit saja.
Simpan Parfum ditempat yang tepat
Pastikan parfum kamu tertutup dengan rapat. Simpan parfum di tempat yang kering dan sejuk serta terhindar dari sinar matahari. Perlu diketahui bahwa dalam jangka waktu lama aroma parfum dapat berubah. Maka sesuaikan ukuran isi parfum dengan kebutuhan Anda, agar parfum tidak tersimpan terlalu lama dan mengubah aroma menjadi tidak lagi harum.

Sumber : http://www.gadis.co.id/gaya/cantik/jenisjenis.parfum/001/001/390


ANALISIS LINGKUNGAN PEMASARAN MAKRO

Analisis lingkungan yang menjadi bahasan pada bagian ini mencakup : berbagai faktor diluar perusahaan (eksternal) yang mengarah pada munculnya kesempatan bisnis (Opportunitis) atau bahkan ancaman (streaght).
       I.            Lingkungan Umum (General Enviroment)
Lingkungan umum yang dimaksud adalah kumpulan dari berbagai faktor lingkungan makro eksternal, baik secara langsung maupun tidak langsung yang mempengaruhi sistem organisasi perusahaan.
Untuk menganalisis dan mendiagnosis kondisi makro eksternal dapat dikelompokkan kedalam 3 sektor utama :
A.      Sektor Sosial Ekonomi
Sektor sosial ekonomi ini akan banyak berpengaruh terhadap penentuan permintaan produk dan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk perusahaan. Ada 3 faktor utama pada sektor ini yaitu :
1.       Kondisi perekonomian, faktor kondisi perekonomian yang perlu diperhatikan mencakup :
a)      Tahap-tahap yang terjadi dalam siklus bisnis seperti depresi, resesi, recovery dan tahap kemakmuran.
b)      Laju inflasi dan deplesi
c)       Kebijakan fiskal dan moneter
d)      Informasi tentang neraca pembayaran dan volume neraca perdagangan.
2.       Kondisi Alam, perubahan kondisi alam sulit diprediksi karena sangat berpengaruh terhadap perencanaan strategi pemasaran.
3.       Kondisi Sosial, faktor sosial ekonomi menitik beratkan pada tata nilai (value) dan sikap (atittude) masyarakat, terutama pelanggan dan karyawan. Sebagai contoh :
a)      Keberhasilan program keluarga berencana.
b)      Perubahan pandangan atas jangka waktu kerja, misalnya : wanita kerja (wanita karier).
c)       Keberhasilan dalam memasyarakatkan teknologi informasi.

B.      Sektor Teknologi
Adanya perubahan teknologi dapat mendorong munculnya kesempatan bisnis dan perbaikan pencapaian tujuan organisasi oleh karenanya perubahan teknologi akan banyak berpengaruh terhadap siklus kehidupan produk.
C.      Sektor Pemerintah
Dalam mekanisme penyampaian produk dari produsen ke konsumen sangat besar pengaruhnya. Beberapa yang mungkin dianggap kesempatan bisnis yang ditimbulkan dari sektor pemerintah antara lain :
a)      pemerintah adalah merupakan konsumen yang cukup besar bagi banyak produk.
b)      pemerintah dapat berperan sebagai pelindung dari adanya praktek tidak sehat dalam berbagai kegiatan bisnis yang muncul dari luar.

     II.            Teknik Analisis Lingkungan
Secara lengkap analisis lingkungan dapat ditempuh melalui 3 cara, yaitu :
a)      Informasi verbal dan tertulis
b)      Studi pemrakiraan formal
c)       Perancangan sistem informasi.
Ø  Cara pertama yang dapat dipergunakan untuk menganalisis lingkungan adalah pengumpulan informasi verbal dan tertulis dari berbagai sumber.
Ø  Cara kedua yang juga dapat ditempuh oleh manajer untuk mendeteksi faktor lingkungan adalah dengan cara merancang sistem informasi manajemen dalam organisasi.
Ø  Cara ketiga yang dapat dipergunakan adalah dengan melakukan pemrakiraan secara formal.
  III.            Proses Diagnosis Lingkungan
Pada prinsipnya adalah proses diagnosis akan memberikan penilaian yang signifikan terhadap berbagai kesempatan dan ancaman yang ditemukan selama proses analisis lingkungan. Ini berarti kemampuan manager untuk mentukan informasi mana yang dapat dipercaya dan relevan dengan kepentingan organisasi dalam proses diagnosis adalah pemahaman atas berbagai faktor diantaranya :
1.       Karakteristik Individu, pada umumnya keberhasilan diagnosis merupakan fungsi dari faktor pengalaman, karena kemampuan untuk memahami dapat diperoleh melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan yang intensif.
2.       Pengaruh Jenis Pekerjaan, Jenis pekerjaan tertentu mempunyai dampak terhadap kemakmuran manajer dalam melakukan diagnosis faktor lingkungan.
3.       Pengaruh Dinamika Kelompok, keberhasilan dari model semacam ini akan sangat tergantung pada semangat kelompok.


Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/manajemenpemasaran/bab3_analisislingkunganpemasaranmakro.pdf

Rabu, 11 Maret 2015